Kamis, 10 Desember 2020

Anda Wajib Tahu! Berikut Tahapan Persiapan Sebelum Menggunakan Jasa Ekspor Barang

Para pelaku bisnis pastinya tidak asing lagi mendengar kata ekspor. Menjadi salah satu kegiatan dalam dunia bisnis, ekspor memang seringkali diasosiasikan sebagai suatu aktivitas pemasaran dengan tahapan yang sulit. Bagaimana tidak, ekspor memiliki kaitan erat dengan pangsa internasional. Agar tak salah langkah, yuk ikuti berbagai tahapan persiapan sebelum gunakan jasa ekspor barang.

 


Tahapan Persiapan Sebelum Gunakan Jasa Ekspor
1. Persiapkan Produk dan Tentukan Negara Tujuan Ekspor (NTE) Berdasarkan Riset
Langkah pertama yang perlu dilakukan sebelum menggunakan jasa pengiriman barang yakni memilih produk yang memiliki potensi ekspor. Pastikan pula bahwa produk tersebut bukanlah barang yang dibatasi atau dilarang untuk ekspor. Tak hanya itu saja, produk yang akan dikirimkan tersebut pula harus terjamin kontinuitas keberadaan serta keamanannya.


Untuk bisa melihat potensi suatu produk pada NTE tertentu, cobalah untuk melihatnya melalui kata kunci Market Intelligence atau Market Brief pada halaman pencarian di internet. Misalnya saja, anda mencari di halaman pencarian Market Brief Coconut Sugar, yang mana dipergunakan untuk menemukan dan mengetahui gambaran pangsa serta potensi dari produk gula kelapa secara internasional.


Tatkala mempersiapkan produk dan NTE yang akan diserahkan pada jasa ekspor barang, terdapat dua pilihan yakni menentukan NTE terdahulu atau menentukan produk terdahulu. Selain itu, riset dalam skala kecil pula bertujuan guna mendapatkan gambaran perihal sesuatu yang ingin dijadikan sebagai tujuan mengekspedisi produk ke pangsa internasional.


2. Persiapkan Alat Promosi
Usai mempersiapkan produk dan menentukan NTE, maka selanjutnya yakni mempersiapkan alat promosi. Promotion tools atau alat promosi merupakan perangkat secara fisik yang mana keberadaannya harus ada ketika mengikuti pameran dagang secara internasional. Dimana alat promosi tersebut terdiri dari brosur, katalog, profil perusahaan, dan kartu nama.


Bila dilihat secara sekilas, beragam alat promosi tersebut berisikan informasi mengenai perusahaan serta produk yang dijajakan. Misalnya saja kartu nama sebagai bahan promosi sebelum gunakan jasa ekspor barang mengandung informasi mengenai nama pribadi, perusahaan, jabatan, kontak email, dan nomor handphone.


Sementara brosur sendiri berisikan gambaran mengenai produk baik berupa sejarah singkat serta manfaat dan kegunaannya. Beda lagi dengan katalog yang lebih menjelaskan mengenai spesifikasi produk, minimal order, beserta metode pembayaran yang diinginkan. Pada company profile menggambarkan mengenai produk yang dijual, perusahaan sendiri, dan lain sebagainya.


3. Mempersiapkan Korespondensi Ekspor
Sebagaimana yang telah diketahui, bila kegiatan ekspor memerlukan surat izin dari instansi tertentu. Selain surat izin, ternyata ekspor pula membutuhkan korespondensi yang merupakan kegiatan surat menyurat antara penjual dan pembeli. Dimana korespondensi yang diperlukan yakni Surat Perkenalan atau Introduction Letter dan Surat Penawaran atau Offering Letter.


Surat perkenalan merupakan email ataupun surat awal eksportir yang ditujukan kepada calon pembeli atau buyer untuk memperkenalkan perusahaan serta produk yang ditawarkan. Bila perlu, usahakan untuk tidak mencantumkan harga dikala perkenalan produk agar calon pembeli tidak merasa terbebani. Untuk memulainya, gunakan Greeting Dear Sir, Dear Madam, atau Dear Sir.


Sedangkan surat penawaran yang digunakan sebelum memanfaatkan jasa ekspor barang, merupakan penawaran harga yang dibuat berdasarkan permintaan, penjelasan berupa spesifikasi barang, harga, kuantitas, dan metode pembayaran. Anda pun bisa mencantumkan minimal harga FOB atau Freight On Board dalam penawaran harga tersebut.


Mungkin sebagian besar pengusaha mengetahui bila kegiatan ekspor bisa memberikan keuntungan berlebih pada pendapatannya. Hal ini bisa dicapai lantaran pangsa yang dijangkau belum pernah dijamah sebelumnya. Tidak hanya itu saja, audiens yang dicapai pun lebih besar ketimbang pelanggan yang berada di dalam negeri semata.